Jumat, 23 Maret 2012

Daftar Lagu Infinite



Annyeong minna-san(?)~
Lagi pengen nge-blog aja ni.. hehe
Oia, sekarang saya lagi gila-gilanya ama Infinite #telaaat
Maklum aja yah, K-popers baru sih, jadinya ya gini dah..
Dan mumpung lagi baek ni.. Saya mw share daftar lagu-lagu Infinite yang saya tw... Moga aja lengkap semua deh... ^^

Eh, tapi kyknya belum lengkap ni kalo kita ga kenalan dulu ama member2nya.. hehe
Tapi saya cuma ngasih profil mereka sekilas aja yah...


 Kim Sunggyu (김성규)
April 28, 1989
Leader, Main Vocalist


Jang Dongwoo (장동우)
November 22, 1990
Main Rapper, Lead Dancer

 Nam Woohyun (남우현)
February 8, 1991
Main Vocalist
@wowwh 
Lee Howon (이호원)
March 28, 1991
Main Dancer, Lead Rapper, Vocalist

 Lee Sungyeol(이성열)
August 27, 1991
Vocalist
Kim Myungsoo (김명수)
March 13, 1992
Visual, Vocalist
  
 Lee Sungjong (이성종)
 September 3,  1993
Maknae, Vocalist

Okeh.. Itu dia member-membernya... Oia, khusus yang dikasih warna merah, itu namjachingu saya.. Harap jangan diganggu yo.. :3

Siip dah.. Sekarang kita check lagu-lagu mereka... ^^

First Invasion

 
01  ∞ (Infinity)
02 다시 돌아와 (Come Back Again)
03 She’s Back
04 날개 (Wings)
05 붙박이 별 (A Fixed Star)
06 맡겨 (Entrust)

Evolution



1. [Intro] Evolution
2. BTD (Before the dawn)
3. Hysterie
4. Can U Smile
5. 몰라 (I don’t know)

Inspirit

1. Can U smlie (remake)
2. Nothings Over
3. Shot

Over The TOP

 
01. OVER THE TOP
02. 내꺼하자 (Be Mine)
03. 3분의 1/ 3/4
04. Tic Toc
05. Julia
06. Because (Sungkyu Solo)
07. 시간아 / Time (Woohyun Solo)
08. Amazing
09. Crying(Infinite H Feat. Baby Soul)
10. Real Story

Paradise (Repacked Album)


1. Paradise
2. Cover Girl
3. Be Mine (remix)

Infinitize


1. INFINITIZE
2. 추격자 (The Chaser)
3. Feel So Bad
4. 그해여름 (In The Summer)
5. 눈물만 (Only Tears)
6. 니가좋다
7. With…

White Confession (Lately)

Infinite - White Confession (Lately)

1. White Confession

New Challenge 



01. Welcome To Our Dream
02. Man In Love (남자가 사랑할 때)
03. 이보다 좋을 순 없다 (As Good As It Gets)
04. 그리움이 닿는 곳에 (Still I Miss You)
05. Beautiful
06. 60초 (Infinite ver.)
07. 불편한 진실 (Inconvenient Truth)

Destiny

[Single] INFINITE - DESTINY

01. Destiny
02. Inception
03. 너에게 간다
04. 엄마


Season 2

[Album] Infinite - Season 2 [VOL. 2]

01. Season 2 
02. Last Romeo 
03. Follow Me 
04. 로시난테 [Rosinante] 
05. 숨 좀 쉬자 [Breathe] 
06. Light (SungKyu Solo) 
07. Alone (Infinite H) 
08. Memories 
09. 나란 사람 [A Person Like Me] 
10. Reflex 
11. 미치겠어 (Infinite F) [I’m Going Crazy] 
12. 눈을 감으면 (WooHyun Solo) [Close Your Eyes] 
13. 소나기 [Shower] 

Be Back (Repackage Album)



01. Season 2 
02. Last Romeo 
03. Back 
04. Diamond  
05. Follow Me 
06. 로시난테 
07. 숨 좀 쉬자 
08. Light (SungKyu Solo) 
09. Alone (Infinite H) 
10. Memories 
11. 나란 사람 
12. Reflex 
13. 미치겠어 (Infinite F) 
14. 눈을 감으면 (WooHyun Solo) 
15. 소나기 

Nah, itu dia tu daftar lagu-lagu mereka yang saya tw... Ntar kalo ada tambahan postingan ini diperbaharui lagi... ^^
Annyeong~

Selasa, 20 Maret 2012

Edit-Edit ^^








Iseng-iseng edit-edit poto pake Photoshop bwt dijadi'in cove timeline pesbuk saya.. Dan ternyata hasilnya lumayan juga... Tanpa disadari ternyata (lagi) saya bakat ngedit yo... XD

Photonya bakalan diperbaharui seiring bertambahnya saya ngedit foto.. :3

Pertanyaan // Pemilihan Jurusan // Keinginanku


Psikolog? Apa sih yg bisa didapat dari sana? Pekerjaan yg tidak begitu jelas seperti apa.

Itu kata orang tuaku tadi. “Masuk aja kedokteran, kebidanan, kesehatan masyarakat, atau ga jadi guru, dll. Di tempat kita ini psikolog itu bisa dibilang ga dibutuhkan. Guru lebih banyak peluang kerjanya. Dimana-mana guru itu dibutuhkan.” Iya, aku tahu itu.

“Lalu kenapa ga masuk itu saja? Kedokteran kan juga bisa. Diantara anak mama yg lain, memang Ichi yg bisa mama harapkan untuk jadi dokter. Mama rasa Ichi bisa kalau Ichi mau.” Nah, itu dya. Kalau aku mau kan? Kalau aku-nya ga mau gimana?

“Udah mama coba tanya ke temen, katanya kalau anak perempuan itu ga usahlah jadi psikolog. Perempuan itu kebanyakan menggunakan perasaanya sedangkan untuk jadi psikolog itu kita ga boleh terbawa larut dalam perasaan kita,” Ya, aku juga tw itu.
“Bagus jadi guru saja. Jadi guru itu sudah diberikan apa-apa saja materi yang akan diajarkan kepada muridnya. Papa rasa jadi guru itu akan lebih mudah. Pekerjaannya juga dibilang mudah untuk dicapai di tempat kita ini.”

“Kedokteran juga bisa. Dan kalau memang Ichi ga yakin bisa tembus kedokteran, ambil saja kebidanan atau ga kesehatan masyarakat. Pekerjaan itu juga lebih dekat untuk seorang perempuan.”

“Coba kalau psikolog? Untuk bisa jadi psikolog itu waktunya lama. Harus tamat S2 dulu baru bisa buka praktek psikolog. Trus kapan mw nikahnya?” He? Pertanyaan apa itu? ==”

.

Itu semua pernyataan dan pertanyaan yang diajukan oleh orang tuaku tadi. Akan kujawab satu per satu alasanku untuk menyetujui dan tidak setujunya mengenai semua perkataan orang tuaku itu.
Kenapa aku ga pilih kedokteran?

Dulu, seperti umumnya anak kecil yang ditanyai mengenai cita-cita, aku juga berkata ingin jadi dokter. Bahkan sampai kelas 3 SMP dulu, aku juga masih mencita-citakan itu. Aku berpikir menjadi dokter itu pasti akan menyenangkan, memakai seragam putih-putih, bekerja di rumah sakit, mengobati pasien, dll. Lalu aku pun juga berpikir dengan kemampuanku aku pun mungkin bisa mencapainya. Tapi itu dulu, sebelum aku membenahi pemikiranku.

Sekarang, tiba-tiba saja aku berubah pikiran. Sebenarnya bukan tiba-tiba juga sih, tapi bertahap juga. Awalnya aku kepikiran soal susahnya menembus perguruan tinggi dengan jurusan kedokteran. Sekian banyak orang yang mendaftar, tapi hanya segelintir saja yang akan diterima. Bukannya aku tidak percaya pada kemampuanku, tetapi aku hanya berpikir realistis. Masih banyak orang-orang yang lebih hebat dariku dan orang-orang seperti mereka juga pasti menginginkan jurusan bergengsi seperti kedokteran itu. Dan aku kalah dari mereka. Sekali lagi aku bukannya tidak percaya pada kemampuanku, aku hanya berpikir realistis serealistis mungkin.

Lalu alasan selanjutnya kenapa aku mundur dari cita-cita awalku itu yaitu karena aku menyadari kalau aku ternyata tidak cocok menjadi dokter. Beberapa waktu yang lalu aku ditugaskan untuk mencari tahu mengenai penyakit kanker beserta gambar-gambarnya. Dan masyaallah, aku ga kuat melihat semua gambar-gambar itu! Rasanya mau muntah. Ini sama sekali bukan hal lebay buatku, tapi ini adalah kenyataannya. Bagaimana mungkin bisa mengobati penyakit orang lain sedangkan melihat penyakit itu saja aku tidak bisa. Itu sungguh tidak masuk akal.

Dan alasan terakhir yg mungkin hanya sebagai dalih tambahan yaitunya waktu kuliah kedokteran yang lama dan biaya kuliah yang besar. Akhirnya dengan semua alasan itu, aku meniadakan kedokteran dalam pilihan jurusan untuk perguruan tinggiku nanti.

.
Lalu kenapa aku ga pilih guru?

Pertama dan yang utama sekali, aku tidak tahu nantinya akan jadi guru apa. Tidak ada bidang pelajaran (terutama IPA, jurusanku sekarang) yang benar-benar menarik perhatianku.

Mulai dari Fisika. Astaghfirullah ampun dah.. Untuk saat ini aku benar-benar tidak ada sedikitpun terpikir untuk menjadi seorang guru fisika. Keren sih keren, tapi mempelajari semua rumus-rumusnya itu juga keren bgt. Sampai-sampai harus masuk rumah sakit mulu karna stress mikirinnya. Dulu sih pas kelas 3 SMP sempat kepikiran buat jadi guru fisika karena kebetulan pas waktu itu aku lagi lope lopenya ama ntu pelajaran. Tapi untuk sekarang ini, maap maap aja deh.. ==V

Kedua, Biologi. Tertarik sih ada. Mempelajari makhluk hidup, cara mereka hidup, bekembang, perilaku-perilaku mereka, dsb. Aku pas membaca buku-buku biologi (yg ada gambarnya) juga ‘wah wah’ sendiri karena takjubnya. Tapi.. Ada tapinya nih. Mungkin karena ga super duper tertarik, jadinya pas mau ngapalin semua nama-nama latin yg bejibun itu, aku ogah bgt dah.. Dan otomatis ya semua yg udah dibaca tadi cuman tinggal separoh lebih lebih dikit.

Selanjutnya, Kimia. Haii Kimia.. Kenalkan aku Suci Husnia Sadri yang sebenarnya udah jatuh cinta pada pandangan pertama padamu. Tapi maaf, rasa cinta itu sudah berkurang sekarang. Alasannya? Karna ternyata pelajarannya ga segampang yg aku kira dulu. Banyak juga unsur-unsur dkk-nya yang musti dihapalin. Dan tentu saja itu semua hanya dalihku saja supaya aku ga jadi guru kimia.

Lalu Matematika. Waah, kalo untuk yang satu ini sih aku paroh-paroh hati. Kadang suka kadang puyeng mikirin ni pelajaran. Apalagi beberapa tahun belakangan ini guru-guru yang ngajarnya juga seru, jadinya pelajaran gampang masuk. Tapi ya, ternyata aku ga cukup kreatif buat menyelesaikan semua soal-soalnya. Dan aku jadi guru mtk? Jangan deh. Ntar bisa-bisa pas aku jadi guru semua murid jadi ikutan puyeng karna liat gurunya aja puyeng ngeliatin soalnya. ==a

Dan untuk pelajaran-pelajaran lainnya, rasanya ni cerita ga bakal ada abis-abisnya ntar kalo aku jelasin semuanya. Intinya sih aku ga tahu bakalan milih jurusan apa kalo ntar memang mau jadi guru.

Alasanku selanjutnya kenapa ga milih jadi guru yaitu aku ga mau jadi ‘guru’. Mengerti maksudku? Itu lho, guru yang kerjanya hanya masuk kelas, nyuruh murid baca buku, ngerjain tugas trus besoknya ulangan. Aku juga tidak mau jadi guru yang monoton. Kerjanya nerangin pelajaran sampil melotot dan bicara baku yg bikin murid-murid ngantuk di kelas. Aku juga tidak ingin jadi guru yang telinganya ntar tiap hari jadi panas karna dengerin murid-murid bicara yang ga baik soal aku. Sungguh, aku paling ga suka dikatain begitu. Sebenarnya sih semua alasan-alasan ‘guru’ itu bisa aku hindari dengan tidak menjadi guru yang seperti itu. Tapi aku merasa aku tidak punya bakat di bidang itu semua.

Jadi, dengan semua hal yang telah kujabarkan diatas, aku juga meniadakan guru dalam daftar cita-citaku.

.
Dan pertanyaan terakhir, kenapa aku milih jadi psikolog?

Awal cerita kenapa aku bisa terpkir untuk jadi psikolog adalah disaat aku sedang mengalami masalah. Aku benar-benar buntu, tidak tahu harus melakukan apa. Disaat itu terpikir olehku soal psikolog. Orang yang ahli dalam hal pemikiran manusia. Memang mungkin orang lain bisa dijadikan tempat untuk ‘curhat’, tapi psikolog itu ada nilai lebihnya. Mereka memang sudah benar-benar mempelajari itu semua. Mempelajari bagaimana manusia berpikir dan hal-hal menyangkut ‘pikiran’ dan juga ‘perasaan’ yang menyertainya. Disaat itu, aku benar-benar klop dengan tujuanku ingin jadi psikolog. Bisa membantu orang lain dalam menyelesaikan masalahnya.
Psikolog itu ga cocok untuk perempuan?

Kenapa? Karna perempuan itu kebanyakan menyeratai perasaan dalam mengambil keputusan? Sehingga terkesan nantinya apa yang akan dilakukan oleh mereka tidaklah real, melainkan hanya bagian dari luapan emosi semata? Ayolah, tidak semua perempuan seperti itu. Memangnya tidak ada psikolog yg adalah seorang perempuan? Bagaimana bisa mereka jadi seorang psikolog dengan ‘perasaan’ mereka itu? Mereka berhasil mengatasi itu semua. Kalau mereka bisa, kenapa aku tidak?
Psikolog tidak banyak berguna di tempat ‘kita’ (Kota Payakumbuh)

Emm, aku akui itu memang benar. Praktek psikolog memang belum ada di Payakumbuh, tapi bukan berarti tidak akan ada, bukan? Kalau memang belum ada, nantinya akulah yang akan membuka praktek psikolog pertama di Payakumbuh. Tapi sedikit mengomentari pertanyaan diatas, seorang psikolog itu tidak harus hanya membuka praktek psikolog bukan? Seorang psikolog bisa saja bekerja di sebuah perusahaan atau kantor-kantor setempat. Pikiran mengenai psikolog itu hanya sebatas membuka praktek itu adalah pikiran yang sangat sempit. Banyak peluang-peluang lainnya.
Jurusan Psikologi

Nah, tentunya ini adalah jurusan tujuanku nanti. Sebenarnya inilah inti dari semua pembicaraan ini. Aku ingin masuk jurusan Psikologi. Mempelajari lebih dalam mengenai ilmu-ilmu kejiwaan manusia. Bagaimana manusia berpikir mengenai sesuatu, bagaimana manusia memandang lingkungan sekitar mereka, bagaimana manusia menyelesaikan masalah mereka, bagaimana kepribadian manusia itu sendiri, apa tipe-tipe pemikiran manusia, apa-apa saja yang mempengaruhi manusia dalam bertindak. Heii, semua yang aku katakan itu tadi dipelajari dalam jurusan psikologi bukan? Tidakkah semua itu menarik?

Kalau memang aku tidak bisa jadi psikolog, setidaknya masih (sangat) banyak pilihan-pilihan lapangan pekerjaan lain yang tersedia untuk tamatan S1 Psikologi. Atau bahkan insyaallah nantinya aku akan bisa tamatan S2 Psikologi (Aamiin..). Dan dengan begitu lapangan pekerjaan yang bisa aku dapatkan nantinya akan semakin banyak dan luas. Kalau pun tidak bekerja di Payakumbuh, aku kan masih bisa bekerja di luar Payakumbuh kan? Mungkin memang orang tua tidak memperbolehkan bekerja di luar Sumbar, tapi bukankah kota-kota di Sumbar lainnya juga masih banyak? Bukittinggi dan Padang, misalnya. Benar kan?

Jadi untuk saat ini aku tetap akan mempertahankan keinginanku untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri dengan jurusan Psikologi. Dan sepengetahuanku, PTN yang menyediakan jurusan psikologi adalah UNPAD, UI, UGM, USU, UNAIR..

Yosh! Semangat Ichi!! Perjalanan hidup masih panjang. Raihlah Impian… ^-^

Jadi Psikolog aja deh...

Perkenalkan..
Saya calon mahasiswa Psikologi (Insyaallah)..
Ichi Ryuu Uchiha a.k.a Suci Husnia Sadri

Lagi ubrak-abrik gugel trus coba nyari mengenai Psikolgi, fakultas psikolgi, prospek kerja, yg dipelajari, de el el. Dan ini beberapa hal-hal yg berhubungan dengan psikolgi. Saya ambil dr berbagai sumber. (susah nyebutin satu2)

-----

"Jurusan psikologi menawarkan berbagai manfaat. Baik itu dalam dunia kerja, kebaikan untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain. Kelebihnya jurusan psikolgi membahas tentang diri manusia, yang itu artinya dimana ada manusia disanalah psikologi dibutuhkan."

-----

"Psikologi, siapa yang tidak pernah mendengar istilah ini. Psikologi merupakan salah satu bidang study yang mempelajari tingkah laku manusia. Psikologi adalah bidang study  atau jurusan sangat menarik karena ilmu yang kita dapatkan tidak hanya berguna untuk orang lain tapi juga dapat kita praktik dan gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ini menjadi sangat menarik mempelajari sesuatu yang sangat dekat dengan kita yaitunya tingkah laku manusia.

Psikologi mempunyai enam peminatan yaitu psikologi sosial, psikologi pendidikan, psikologi industri dan organisasi, psikologi klinis, psikologi perkembangan dan psikologi eksperimen. Psikologi sosial, disini mempelajari individu dalam sebuah masyarakat. Psikologi pendidikan ini berkaitan dengan dunia pendidikan. Psikologi industri dan organisasi berkaitan dengan industri dan perusahaan. Psikologi klinis merupakan psikologi yang berkaitan dengan perilaku individu itu sendiri. Psikologi perkembangan mempelajari tentang perkembangan manusia dari kecil sampai dewasa. Psikologi eksperimen melakukan berbagai eksperimen tentang perilaku manusia.

Bagaimana prospek kerjanya? Prospek kerja Psikologi cukup luas diantaranya bekerja di HRD sebuah perusahaan, guru BK, psikolog, trainer, peneliti dan banyak lapangan kerja lainnya.

-----

Ada beberapa pertanyaan yang sering menghantui para peminat ilmu kejiwaan, antara lain adalah sebagai berikut:
Fak psikologi, bagus gak?
Di fakultas psikologi tuh belajar pa aja?
Trus, psikologi tuh fakultas rendahan yhaaa?
Kok banyakan bilang gak guna masuk psikologi?

Dan berikut ulasan dari jawaban atas pertanyaan di atas:

pendapat ke 1: 
Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Suara Terbanyak
Tidak ada satu fakultas pun yang didirikan tanpa ada kegunaannya Bro. Semua fakultas mempunyai fungsinya masing-masing, demikian juga dengan pengembangan karir setelah selesai mendalaminya.

Yang terpenting adalah apakah kita benar-benar menyukai bidang keilmuan yang terdapat di dalamnya atau tidak. Karena apapun yang kita kerjakan tanpa didasari dengan rasa suka/cinta terhadap hal tersebut maka hanya akan menjadi beban bagi diri kita.

Mengenai komentar orang yang mengatakan bahwa fakultas psikologi termasuk fakultas rendahan, itu adalah tidak benar. Mereka hanya kurang memiliki informasi terhadap bidang keilmuan tersebut.

pendapat ke 2:
Psikologi adl ilmu yg rumit tapi menyenangkan. Karena banyak hal yg bisa kita dpt dari psikologi. Dibilang fakultas rendahan, gak juga. Buktinya sekarang banyak orang yg berminat masuk fakultas psikologi, termasuk para public figure. Di fakultas psikologi kita mempelajari banyak hal yg berkaitan dgn kepribadian manusia, baik kepribadian yg sehat maupun yg sakit. Dlm psikologi kita juga mempelajari berbagai hal tentang tingkah laku manusia beserta apa yg mendorongnya. Tentang kegunaan masuk psikologi, tergantung orangnya. Jika kamu memang senang menganalisis kepribadian orang ato senang menjadi t4 curhat ato senang dengan hal2 yg berbau tingkah laku manusia kamu akan merasakan banyak kegunaan dari psikologi. Disini kamu akan melihat banyak hal dari sisi berbeda dan psikologi mengajarkan kamu untuk bisa lebih terbuka dengan berbagai hal. Tidak sembarangan mengejudge sesuatu. Satu hal yg paling aku suka dari belajar psikologi adl aku menjadi jauh lebih dewasa dalam memandang banyak hal yg terjadi dalam hidupku dan sekitarku. Aku tidak lagi merendahkan orang2 yg mungkin tidak beruntung baik secara materi maupun secara mental. Jd psikologi tidaklah sejelek dan serendah yg dikira orang. Banyak hal yg bisa kamu dapat dari sebuah ilmu yg dinamakan psikologi.

pendapat ke 3:
Fak Psikologi, sangat bagus dan interesting! Go a head! Kamu akan mengerti bagaimana kelakuan, sifat manusia, apa hubungannya dengan kelahirannya. Tujuan dari behavior yg timpang, baik anak-anak atau dewasa, atau sekelompok orang! Dan mempelajari teori-teori psiko yg terkenal...siapa tahu kamu juga bisa menggantikan teori yg lama. Masih banyak sekali, jadi kamu harus benar-benar siap mental, karena akan banyak pertanyaan2 yg melibatkan pikiran, bukan berarti klient-klient tersebut pada miring-miring...bukan! Bisa juga kamu akan belajar mengenai emosi dan cinta.
Menurut pengamatanku di negara aku tinggal: Psikolog adalah org yg dihormati. Banyak sekali yg berprofesi psikolog, dan bayarannya paling mahal (bayar per jam, satu sektion bisa satu juta, itu bagi psikolog yg belum terkenal). Psikolog-psikolog tersebut sangat dibutuhkan, dan mereka tidak pernah kehabisan klient! Setiap tahunnya praktek psikolog bertambah!
Pokoknya interesting!
materi referensi:
Dapet pelajaran psikologi di basic and care health school.

pendapat ke 4:
Gak bisa dibilang rendahan, kayanya. Di bilang gak berguna, mungkin karena orang pikir lapangan kerjanya sempit, tapi gak juga seh. Zaman sekarang, yang penting punya "tiket" S1. Banyak yang pekerjaannya menyimpang dari kuliahnya. Kecuali mungkin untuk bidang pekerjaan yang butuh keahlian atau pengetahuan khusus ya. N jangan salah, di Psikologi, banyak pelajaran biologinya lho. Banyak orang yang gak tahu itu n kaget setelah masuk.
Soal "miring", memang teman2 saya banyak yang bilang, kalau mau tahu tingkat anak psikologi, ukur aja kadar kegilaannya, hehehe... Tapi tergantung orangnya juga seh. Untuk gila mah gak usah masuk psikologi juga bisa ;-)

-----


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...