Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Januari 2015

Semuanya Berubah, dari Penggunaan Blog Hingga Penggunanya Sendiri

Tak disangka aku memang sudah jarang sekali menulis di blog belakangan ini. Jangankan menulis, membukanya saja tidak lagi. Ya, sejak aku bertemu dengan tumblr. Entah kenapa sekarang aku menjadi sangat menyukai menulis disana. Setidaknya dengan itu tulisanku benar-benar akan dibaca oleh orang lain. Tak hanya melulu aku saja yang lagi dan lagi membaca tulisanku sendiri. Aku ingin di dengar, melalui tulisanku.

Mungkin memang isi tulisanku terkadang dan memang kebanyakan hanya ungkapan apa yang aku pikirkan dan rasakan, tapi aku tetap ingin di dengar. Ah, dibaca. Hmm... Sekarang, saat aku kembali menulis di blog ini, aku tak begitu yakin apakah akan ada orang yang membacanya atau tidak. Tapi sudahlah, aku hanya mencoba mengerjakan list-list kegiatan yang akan aku lakukan di liburan ini dan salah satunya adalah kembali menulis di blog.

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Daftar entri yang aku tulis di 2014 hanya satu dan itupun baru-baru ini aku tulis. Sekarang sudah memasuki Januari baru di tahun penanggalan matahari. Entahlah apa yang akan terjadi pada blog ini selanjutnya, tapi aku akan berusaha kembali menghidupkan blog ini. Agar dapat dibaca banyak orang, mungkin aku sesekali akan share di medsosku yang lain. Atau mungkin akan aku hubungkan dengan tumblr-ku juga. Kalau bisa. 

Ada banyak hal yang terjadi di tahun penanggalan matahari yang baru lewat 3 hari yang lalu. Diawali dengan dimulainya semester keduaku belajar jauh dari orang tua sampai pada kepulanganku lepas semester ketigaku berkuliah di universitas impianku sejak kelas 1 SMA. Ya, tak terasa memang sudah selama itu. 365 hari sudah berlalu. 

Mungkin memang benar ucap beberapa orang bahwa untuk memulai hal yang baru tak perlu tunggu bergantinya penulisan tahun pada penanggalan. Tapi memulai hal yang baru bisa kapan saja. Tentu saja berarti bisa juga dimulai dengan pertukaran tahun ini. Tak masalah menurutku. Toh niat kita adalah perubahan. Bukan merayakan tahun baru dengan adanya perubahan. Hanya ingin berubah saja dan kebetulan baru terpikir saat pergantian tahun ini.

Tahun ini aku ingin berubah. Aku sangat ingin menjadi orang yang aktif, yang tak hanya diam dan menuliskan apa yang ada di pikirannya. Aku akan mencoba untuk mengutarakannya lewat kata-kata. Aku ingin mencoba memberitahukan pendapatku kepada orang lain melalui kata-kata langsung. Aku akan mencoba mengutarakannya secara lisan. Minimal aku akan mencoba setidaknya dalam seminggu orang-orang di kelasku akan mendengarkan suaraku saat perkuliahan. Bukan untuk berisik, tapi berisi. Berisi kata-kata yang berarti, bertanya kepada dosen atas ketidakpahamanku misalnya. Atau menjawab pertanyaan secara sukarela. 

Aku juga ingin lebih produktif tahun ini, semester depan. Tak hanya akan bermalas-malasan sepulang kuliah di kosan. Aku seringkali merasa terpukau akan artis Korea idolaku karena mereka selalu berusaha keras dan berlatih demi mencapai tujuan mereka. Tapi hanya sejauh itu. Aku seharusnya juga melakukan hal seperti mereka, bekerja keras. Idola ada bukan hanya untuk dilihat, tapi untuk diteladani sisi positif mereka. Setidaknya aku tak hanya akan mendapatkan penghiburan dengan melihat mereka, tapi juga ikut termotivasi untuk menjadi sukses seperti mereka. Ya, itulah yang benar.

Aku juga akan memperdalam pemahaman bahasa asingku, termasuk Bahasa Inggris tentunya. "Kalau kau memahami bahasa suatu kaum, maka kau akan terhindar dari tipu daya mereka." Itu adalah salah satu kalimat yang diucapkan oleh seorang Ustadz yang kudengar malam tadi. Benar. Kau ingin keluar negeri, mengunjungi negara orang, kalau tak bisa menguasai bahasa mereka, apa yang akan terjadi? Ditipu. Tak kan bertahan lama. 

Banyak hal lain yang ingin aku ubah dari diriku. Bukan karena aku tak nyaman dengan diriku yang sekarang, bukan karena aku tak menyayangi diriku. Tapi justru karena aku sayang dengan diriku maka aku ingin berubah. Berubah menuju yang lebih baik. Agar tak hanya aku yang menyayangi diriku, tetapi juga orang-orang akan melakukan hal yang sama. Aku juga berusaha memantaskan diriku dengan orang-orang hebat yang ada di sekitarku. Dan ya mungkin ada banyak alasan lain dibaliknya. Akan kusimpan untuk diriku sendiri dulu saat ini.

Jumat, 21 September 2012

"Miracle is Another Name for Hardwork"



Emm, akhir-akhir ini dengan atau tanpa aku sadari ternyata banyak sekali yang aku pikirkan. Ya, memang semua orang pasti selalu memikirkan sesuatu kan yah. Berpikir adalah kelebihan yang diberikan Tuhan kepada kita, manusia. Berpikir disini maksudnya kita diberikan akal pikiran yang bisa kita gunakan untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Tak terkecuali untukku. Tapi apakah jika kita terlalu banyak memikirkan sesuatu nantinya akan menyebabkan sesuatu yang tidak diinginkan? Stres misalnya?

Pertama, aku memikirkan mengenai prestasi akademikku di sekolah. Bukan maksud menyombong atau sejenisnya yah, tapi aku cukup berprestasi di sekolahku. Ya, cukuplah untuk bisa mendapatkan peringkat 3 besar di kelas. Dulu juga sewaktu SD aku pernah mengikuti pelatihan olimpiade sains tingkat provinsi di Padang, tapi sepertinya itu adalah pengalaman olimpiade terakhirku semasa sekolah. Sekarang aku hanya fokus pada prestasi di sekolah saja, atau mungkin lebih tepatnya untuk bisa mempertahankan posisi juara 2-ku kalau memang mungkin sulit untuk menggapai juara 1. Dan mungkin hal inilah yang membuat orang tuaku menaruh harapan besar padaku sebagai anak mereka yang ‘mungkin’ adalah anak dengan prestasi yang paling bagus yang mereka miliki. Tapi bukan berarti aku tidak menaruh harapan pada kemampuanku yah, tapi aku..entah kenapa akhir-akhir ini merasa terbebani dengan semua harapan-harapan itu. Aku takut mengecewakan semua orang yang menaruh harapan mereka padaku. Setelah sekarang mereka bangga dan senang dengan semua yang aku peroleh, aku hanya tidak mau jika mereka nantinya kecewa jika aku tiba-tiba saja terpuruk dan hancur. Aku hanya tidak ingin hal itu terjadi.

Sejauh ini aku telah berusaha sebisaku. Benar kata seseorang, membuat orang tua bangga adalah suatu kebahagiaan yang luar biasa. Aku sangat menyukai saat-saat dimana mereka tersenyum melihat prestasi yang kuperoleh. Bagaimana ibuku berdandan disaat pembagian rapor karena ingin dirinya tampil kedepan bersamaku karena aku memperoleh posisi juara kelas. Bagaimana bangganya ia saat itu. Aku ingin setiap saat melihat senyum yang seperti itu. Tapi entah kenapa selalu saja aku membuat kesalahan. Membuat mereka kecewa. Sebenarnya aku tak ada sedikitpun niat untuk itu. Hanya saja...egoku...ya, egoku membuatku melakukan hal yang bertolak belakang dengan apa yang aku pikirkan. Kekecewaan muncul satu per satu.

Entahlah apa yang sebenarnya aku lakukan sekarang ini. Apa tujuanku melakukannya? Ingin kuliah jauh-jauh ke Bandung. Untuk apa? Membanggakan orang tua? Sejujurnya, pikiran bodohku ini memiliki alasan lain kenapa aku ingin sekali kuliah di Bandung. Aku ingin bertemu aa-koi. Ahahaha. Masih saja mengenai orang itu. Sudah hampir satu tahun berlalu sejak hari itu. Ah, tidak. Mungkin sebenarnya sudah lebih dari itu. Jika mengingat-ingat mengenai hal itu, aku entah kenapa benar-benar merasa menjadi orang yang bodoh. Mempertahankan, atau mungkin ‘memaksa’ hal yang seharusnya sudah tidak lagi ada. Ya, aku memang orang yang bodoh. Bodoh dalam hal yang satu ini. 

Emm, mungkin hal pertama yang harus kulakukan saat ini adalah belajar dengan giat. Rasa malas yang sudah mendarah danging ini harus dimusnahkan dengan sempurna. Kalau hanya ‘menyiasati’nya itu hanya akan bertahan sementara seperti saat ini. Saat dimana aku merasa jenuh untuk belajar. Entahlah. Aku bahkan tidak bisa mengendalikan diriku sendiri. Bagaimana mungkin orang sepertiku nantinya ingin menjadi seorang psikolog? Ah, tidak. Aku (ingin) menjadi psikolog karena tidak ingin ada orang lain yang mempunyai masalah sepertiku. Aku ingin membantu orang lain melalui jalan yang benar, tentunya. Dan aku yakin jika aku bisa mewujudkan itu, otomatis orang tuaku akan bangga padaku. 

Ya, untuk saat ini...cukup seperti itu saja. Jika aku belajar dan berusaha lebih keras lagi, impian bukanlah hanya sekedar mimpi. Ah, jadi ingat sebuah kalimat penyemangat dari salah satu dramkor favoritku. Miracle is another name for hardwork.”

Yosh! Fighting!

Ichi.rth

Senin, 02 April 2012

Kita dan Mereka :)

Pernahkah kita berpikir mengenai pribadi setiap orang yang berbeda-beda?
Pernahkah kita berpikir mengenai individu yang unik?
Dan yang terpenting, pernahkah kita berpikir mengenai pribadi diri kita sendiri yang unik dan berbeda dari orang lain?
Pernahkah kita memikirkan semua itu?

Manusia diciptakan oleh Sang Pencipta dengan rupa dan sifat yang berbeda-beda. Kali ini saya ingin membahas mengenai yang kedua, yaitu lebih ke sifat atau bisa dibilang segi psikis. Nah, percayakah teman-teman berpikir kalau pribadi setiap orang itu berbeda-beda? Memang mungkin ada di beberapa poin sama dengan orang lain, tapi kalau kita perhatikan lebih jauh lagi, setiap orang itu memang berbeda. Kita, teman kita, orang tua kita, idola kita, semuanya mempunyai pribadi yang tidak sama.

Pernahkah kita memperhatikan seseorang? Tentunya pernah dong.. Nah, apa-apa saja yang kita dapatkan setelah memperhatikan orang tersebut? Yang pertama sekali pastilah dari segi fisiknya (ya kalau yang kita perhatikan itu orang yang mempunyai fisik, kalo engga ya ga mungkin juga.. LOL). Lalu jika kita perhatikan lagi, kita juga akan mendapatkan informasi berupa sifat atau pribadi orang tersebut. Ada orang yang ramah, baik hati, sombong, pemarah, pendiam, ceria, dsb. Itu semua berbeda bukan? Dari sana sudahkah kita memahami kalau setiap orang itu berbeda-beda?

Emm, sebelum membahas lebih jauh, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu apa manfaat dari pembahasan kita kali ini. Ya supaya tambah semangat membaca lebih lanjut. ^^

Tujuan sebenarnya dari pembahasan ini tidaklah jauh-jauh dari 'pemahaman' mengenai pribadi kita masing-masing. Hendaknya setelah kita membahasnya, kita bisa memiliki motivasi untuk menggali potensi yang ada dalam diri kita, kita tidak lagi merasa minder dengan diri kita dan juga kita mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai pribadi manusia.

Saya sebenarnya bukanlah orang yang banyak pengetahuan mengenai pribadi manusia ini. Saya hanyalah seorang 'pribadi' yang tertarik untuk membahas hal-hal yang berkaitan langsung dengan diri manusia. Selain yang berasal dari fisik (yang tampak), bagian lain dari manusia adalah psikis (yang tampak dari hati ^^). Saya adalah orang yang masih dalam tahap pembelajaran sama dengan teman-teman sekalian. Dan berharap dengan membahas hal ini kita bisa sama-sama belajar. Mengenai apa saja, tentunya.

Baiklah, kita lanjutkan.

Manusia memiliki pribadi yang berbeda. Mungkin memang ada orang yang sama-sama ramah, sama-sama pendiam, sama-sama sombong, dsb. Tapi tentu saja semua dari mereka itu punya tingkatan sifat yang berbeda. Ada yang ramah dalam artian selalu memperlihatkan wajah tersenyum dan menyapa semua orang yang ditemuinya dengan nada yang menyenangkan, ada orang yang ramah dalam artian selalu memperlihatkan keakrabannya terhadap orang-orang terdekatnya dan berusaha untuk selalu tersenyum kepada mereka, dan tentunya ada pula yang ramah dalam artian hanya untuk mencari muka. Hal yang seperti itu tidak bisa dianggap tidak ada. Bukankah tidak sedikit orang yang ramah hanya jika ada untungnya. Mereka memang ramah, tapi hanya untuk diwaktu-waktu tertentu. Yang seperti itu masih bisa dikategorikan 'ramah' tapi hanya palsu.

Lalu juga ada beberapa kategori dalam sifat orang yang 'pendiam'. Bisa saja orang itu pendiam di setiap saat dimana pun mereka berada dan ada juga orang yang pendiam disaat-saat tertentu. Contohnya jika seseorang berada di lingkungan yang baru yang masih asing untuknya. Maka tanpa ia sadari ia berubah menjadi pribadi yang pendiam. Menurut pandangan saya, pendiam itu berhubungan dengan sifat 'pemalu'. Karena ia malu, maka ia menjadi pendiam. Contohnya ia malu untuk berbicara dan bergaul dengan lingkungannya, lalu akhirnya ia menjadi orang yang pendiam. Dan ini erat kaitannya dengan kategori pemalu di waktu-waktu tertentu. Mereka yang pendiam di kategori ini disebabkan karena mereka malu dan tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan baru tersebut, sehingga hal itu mendorong mereka untuk bersikap pendiam.

Nah, dari dua contoh sifat itu saja kita sudah menemukan beberapa perbedaannya. Dan jika kita coba tinjau dari segi sifat yang lainnya, tentunya kita juga bisa menemukan beberapa perbedaan didalamnya. Tapi saya tidak bisa menuliskan itu semua di pembahsan kali ini. Saya rasa teman-teman sendiri juga bisa melakukannya bukan?

Pembahasan diatas sudah memperlihatkan kepada kita mengenai perbedaan individu dari segi 'perbedaan dalam sifat yang sama'. Selanjutnya juga kita bisa melihat perbedaan dari segi 'jika ditambahkan denga sifat individu tersebut yang lainnya'. Contohnya ada seseorang yang mempunyai sifat sombong. Ia sombong karena ia pintar dan merasa dirinya hebat dengan kepintarannya tersebut sehingga muncullah sifat sombong di dalam dirinya. Berarti selain ia sombong, ia juga pintar dan sedikit mempunyai sifat 'takabur'. Contoh lainnya yaitu ada seseorang yang dianggap sombong oleh teman-temannya. Ia tidak pernah mau berbagi. Padahal dia mempunyai otak yang encer dan seharusnya bisa membagi kepintarannya kepada teman-temannya dengan mengajari mereka dibeberapa pelajaran yang tidak teman-temannya mengerti tapi ia tidak mau. Berarti selain ia sombong, ia juga pintar dan menpunyai sifat pelit.

Nah, dari contoh diatas juga terlihat maksud dari pribadi setiap individu yang berbeda-beda bukan? Padahal mereka sama-sama sombong karena mereka pintar, tapi yang satu memiliki sifat takabur dan yang satu lagi memiliki sifat pelit. Mereka berbeda bukan?

Semua kita berbeda. Itulah yang kita dapat jika memperhatikan orang lain. Bagaimana jika perbedaan ini kita tinjau dari diri kita sendiri. Bisakah kita menemukan perbedaan pribadi kita dengan orang lain? Tapi sebelumnya, kita harus memahami diri kita terlebih dahulu. Bagaimana sifat kita? Bagaimana cara kita bersosialisasi di sekolah? Bagaimana cara kita menyelesaikan masalah? Bagaimana cara kita dalam membagi waktu? Dan juga hal-hal lainnya. Pahamilah diri kita. Orang yang seperti apakah kita sebenarnya?

Sudahkah teman-teman mengetahui bagaimana sifat teman-teman? Yakinkah dengan semua itu? Kalau belum yakin, mungkin orang terdekat teman-teman bisa membantu. ^^

Nah, setelah kita mengetahui bagaimana diri kita, sekarang saatnya untuk melihat perbedaan kita dengan orang-orang yang berada di sekeliling kita. Bisakah kita melihat letak perbedaan kita? Kita melakukannya bukanlah untuk membanding-bandingkan kelebihan dan kekurangan kita dibandingkan orang lain. Tapi kita melakukannya adalah untuk mencari tahu letak keunikan kita. Seperti yang sudah saya ungkapkan diatas, setiap individu itu unik. Dan tidak terkecuali diri kita sendiri.

Kita mempunyai hal-hal yang tidak dimiliki orang lain. Dan hal itu perlu untuk kita syukuri. Walaupun hal yang kita miliki itu kita anggap 'kekurangan' kita, tapi percayalah, belum tentu apa yang kita anggap kekurangan itu juga dianggap kekurangan oleh orang lain. Bisa saja mereka menganggap itu adalah kelebihan kita yang membuat diri kita menjadi unik. Dan kita juga harus menanamkan hal itu dalam diri kita. Jangan minder dengan apa yang kita miliki. Jangan sampai hal itu membuat kita terkucilkan dan membuat kita tidak bersemangat. Percayalah, segala sesuatu yang diberikan Sang Pencipta kepada kita pasti ada maksudnya tersendiri. Sekarang kita hanya perlu mencari tahu hal itu dan menjadikannya 'kunci' kebesaran pribadi kita.

Kemudian, selain mempunyai hal-hal yang tidak dimiliki orang lain, orang lain pun juga memiliki hal-hal yang tidak kita miliki. Disinilah kata 'berbagi' perlu untuk kita terapkan dan laksanakan dengan baik. Berbagi dapat membuat apa yang tidak kita miliki menjadi mudah kita dapatkan. Dimana kita bisa mendapatkannya? Kita akan mendapatkannya di pribadi orang lain. Hikmah dari pribadi manusia yang berbeda-beda salah satunya adalah membuat manusia menjadi makhluk sosial. Manusia memerlukan orang lain dalam hidupnya. Dan hal ini membuat manusia harus bersosialisasi dengan lingkungan tempat dimana mereka berada. Membagi apa yang mereka miliki dengan orang lain dan mendapatkan apa yang tidak mereka miliki dari orang lain. Kebersamaan adalah yang terbaik. Percayalah. ^^

Siiip dahh... ^.^b

Manusia itu unik dan harus mau berbagi. Jangan pernah sesali apa yang kita miliki dan apa yang tidak kita miliki. Itulah keunikan diri kita. Syukuri itu. Dan satu lagi. Apa yang ada di diri kita bukan hanya kita miliki untuk diri kita sendiri, terdapat bagian orang lain juga disana... Jadi, jangan pernah berhenti berbagi, teman~ Arraso? ;)



Kamis, 13 Oktober 2011

About Love - Mario Teguh Golden Ways


Kualitas yang terpenting bukan pada orang yang kau harapkan menjadi belahan jiwa,
tapi padamu yang akan jatuh cinta kepadanya.

Jika engkau tidak membeningkan hati,
menjernihkan pikiran,
dan tidak mengindahkan perilakumu;
engkau akan mudah jatuh cinta kepada pribadi yang akan mengecewakanmu.

Belahan jiwamu hanya seindah jiwamu.

Mario Teguh

~~~~~

Duduklah dengan tenang di hadapan Tuhan, dengan melaporkan derita hatimu. Semakin engkau merasa dinistai, semakin baik. Semakin engkau mengerang, semakin baik. Semakin engkau jujur, semakin baik.

Dengannya, yang tersisa di dalam hatimu hanyalah keikhlasan untuk mengerti.

Mengertilah bahwa engkau yang salah memilih orang untuk kau cintai.

Mengertilah bahwa dia dicabut darimu, karena engkau pantas untuk yang lebih baik.

Mengertilah bahwa engkau sedang diuji kenaikan kelasmu, untuk diperhatikan apakah engkau masih akan bertengkar pada kelas itu, bertengkar tentang laki-laki yang sesuai untuk perempuan yang tidak sekelas denganmu?

Mengertilah bahwa Tuhan sedang menyediakan belahan jiwa yang lebih baik, jika engkau menghormati dirimu, menganggunkan dirimu, dan hanya mengiijinkan urusan yang baik dan penting bagi kebaikan orang banyak - sebagai pengisi hati dan pikiranmu.

Sabarlah.

Tahun depan engkau akan tertawa mengenai keadaanmu sekarang, dan terheran-heran mengingat bahwa engkau marah-marah seperti ini untuk laki-laki seperti itu.

Stay beautiful!

Mario Teguh

~~~~~

Magic Super Lotion: "Love Tipp-Ex"

Pak Mario, aku sedang sakit hati. Hati ini pediiih Pak rasanya. Aku marah, geram, dan dendaaam sekali. Pak, aku dikhianati oleh orang yang sangat aku cintai.

Bagaimana caranya menghapus cinta yang salah?

Adikku yang baik hatinya,

Apakah aku boleh berlebay-lebay sebentar untuk menghiburmu?

Begini,

Kakakmu ini veteran dalam urusan cinta, yang sudah terluka berkali-kali dalam medan pertempuran cinta.

Sering aku terpelanting ke pinggiran medan tempur, dikecewakan dan dikhianati oleh mereka yang tak tahu diuntung.

Tapi aku duduk sendiri di bawah naungan pohon yang tak rimbun, meringis dalam pedih, gemetar menegakkan tubuh yang goyah oleh pengkhianatan, dan menjilat luka-luka cinta, untuk berdiri lagi dan menggagahkan diri menghadapi kehidupan.

Cinta adalah tenaga kehidupan.

Tanpa cinta, kehidupanmu akan kosong, tak berarah, dan tak bertenaga.

Hanya yang mencinta yang hidup dengan anggun.

Maka gunakanlah lotion super ajaib yang kukembangkan dalam laboratorium cintaku, yang telah kupatenkan dan ku namai:

"Love Tipp-Ex"

Jika cintamu salah, ulaskanlah Love Tipp-Ex - lotion penindih cinta lama yang salah, agar hatimu kembali putih dan kinclong, kembali baru dan bersemangat menyambut cinta yang baru.

Tenang saja, jika cintamu terbukti palsu, Tipp-Ex saja!

Ketik yang baru, dan katakanlah ...

Wahai Yang Maha Cinta,

Anugerahkanlah kepadaku jiwa indah yang dengan bangga dan syukur kusebut sebagai belahan jiwaku, yang akan kucintai dan kusetiai sepanjang hidupku.

Aamiin

~~~~~

Cinta memang penuh harapan yang indah, tapi cinta bukan hanya tentang harapan.

Kebaikan yang kau lakukan karena cintamu hari ini, adalah pembangun kelanjutan kebaikan hidupmu.

Janganlah mendasarkan keputusanmu dalam cinta, hanya pada harapan yang tidak terhubungkan dengan yang kau lakukan saat ini.

Dalam cinta, kebaikan yang kau lakukan, lebih penting daripada kebaikan yang kau harapkan, dan amat sangat jauh lebih penting daripada yang dijanjikan oleh dia yang kau harapkan akan setia mencintaimu.

Engkau yang memperhatikan kualitas tindakan, akan lebih waspada terhadap tipu daya cinta.

Perhatikanlah tindakan. Kejujuran ada disitu.

Mario Teguh

~~~~~

Untukmu yang diletihkan oleh kesedihan dan kekecewaan, bisikkanlah ini ...

Tuhanku Yang Maha Penyayang,

Aku sering disedihkan justru oleh orang yang kukasihi dan dikecewakan oleh orang yang kupercayai.

Tapi, sesungguhnya aku mengerti, bahwa jika aku lebih patuh kepada-Mu, dan memelihara diriku lebih dekat dengan kebaikan, Engkau akan menyelamatkanku dari sakit hati yang tak perlu, dan dari kekecewaan yang tak perlu.

Tuhanku, aku mohon …

Jika memang aku harus sakit hati, sakitkanlah hatiku untuk menegaskanku mengakhiri yang tak baik bagiku, dan kecewakanlah aku untuk menjauhkan diriku dari orang palsu yang hanya memperdayaku.

Tuhanku, selamatkanlah aku, angkatlah aku, dan anggunkanlah hidupku.

Aamiin
~~~~~

source: http://www.facebook.com/pages/Mario-Teguh/52472954880
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...