Tampilkan postingan dengan label Perasaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perasaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 April 2015

Dua Puluh Tahun



Tak terasa 20 tahun berlalu semenjak aku dilahirkan ke dunia ini. Tak terasa sudah selama itu. Apa saja yang telah kulakukan selama itu?
Dulu, aku mengira di saat dewasa nanti bukanlah aku yang akan menjalani semuanya, melainkan ‘aku’ yang lain. Aku tak pernah mengira bisa bertahan sejauh ini. Aku masih merasa sama. Aku yang masih menjalani semuanya. Di saat belum sekolah, TK, SD, SMP, SMA, dan kuliah, semuanya aku yang menjalaninya. Ya, tentu saja.
Dulu, aku mengira bahwa aku di saat dewasa adalah aku yang berbeda. Aku yang mempunyai sifat yang berbeda dan pemikiran yang berbeda. Mungkin memang ada beberapa yang berubah, tapi hal itu tak bisa mengubah bahwa aku tetaplah aku.
Aku tak menyangka bahwa aku di saat sekolah dasar dulu adalah masih aku yang saat ini menjalani kehidupan perkuliahan. Bodoh memang, tapi dulu aku sempat berpikir bahwa aku di saat dewasa nanti bukanlah ‘aku’.
Aku masih merasa tidak percaya bahwa aku benar-benar berada disini sekarang. Aku yang selama hampir 18 tahun hidup bersama dengan orang tua di tempat yang sama, sekarang sudah berada jauh terpisahkan oleh lautan. 
Aku tetaplah aku. Aku yang masih mengingat bagaimana rasanya pergelangan tanganku digigit oleh teman TK-ku karena rebutan jungkat-jungkit, aku yang masih ingat bagaimana kakakku melihatku lewat jendela kelas ketika dokter menyuntik lenganku saat kelas 1 SD, aku yang masih ingat bagaimana aku memarahi teman sebangkuku anak pindahan saat kelas 2 SD, aku yang masih ingat kejadian dimana aku dan teman-temanku menyembunyikan sendal seorang teman sekelas kami saat pesantren kilat ketika aku duduk di kelas 3 SD, aku yang juga ingat saat dimana aku diminta oleh guru Agama waktu kelas 4 SD untuk menilai hafalan beberapa teman sekelasku, juga saat kelas 5 SD dimana aku pergi lomba olimpiade Sains tingkat provinsi dan harus menginap di Padang selama 10 hari untuk diberikan berbagai macam tambahan ilmu, dan juga ingat bagaimana senangnya hatiku saat mendapatkan peringkat lulusan terbaik di SD-ku dulu.
Ingatanku berlanjut ke saat dimana drama kelompokku berhasil ikut serta di perpisahan sekolah ketika aku duduk di bangku kelas 7, lalu di saat kelas 8 dimana aku bertemu dengan seorang teman yang sama-sama menyukai anime dan hafal semua jadwal tayang berbagai macam anime di berbagai stasiun televisi saat itu, dan terakhir juga aku yang tak pernah lupa menonton Idola Cilik di saat aku duduk di kelas 9.
Berlanjut ke masa-masa SMA-ku dimana aku berkenalan dengan seorang teman ‘tinggi’ku karena kami sama-sama menyukai Harry Potter di kelas 10, lalu momen dimana aku sempat menangis di saat aku belum mempunyai teman dekat di kelas 11, dan terakhir masa-masa dimana ruang tengah rumahku penuh dengan contoh-contoh soal UN di saat aku menduduki bangku kelas 12. 
Semua episode-episode itu dan beberapa episode kehidupan lainnya masih jelas di ingatanku. Menandakan bahwa memang dari dulu akulah yang menjalani hidupku dan takkan pernah berubah menjadi ‘aku’ yang lain yang sama sekali berbeda. 
Aku sadar bahwa menjalani kehidupan ini tidaklah mudah. Tapi sebenarnya tanpa terasa kehidupan ini berjalan begitu cepat. Aku sudah disini sekarang di umurku yang sudah menginjak kepala dua. Tak banyak hal yang berubah kecuali tanggung jawab yang aku emban semakin banyak dan meminta untuk dilihat sama rata. 
Aku tetaplah aku. Seorang Suci Husnia Sadri yang dibesarkan di keluarga yang selalu membuat rindu saat tak bertemu. Seorang Suci Husnia Sadri yang…yang begini adanya. Masih sama. Masih seorang anak yang ingin sekali membanggakan kedua orang tuanya. 

Senin, 09 Februari 2015

Jadi Sebenarnya Apakah Kita 'Cinta'?


Hmm... Jadi ceritanya akhir-akhir ini saya mulai tertarik dengan pembahasan mengenai cinta. Sebenarnya pembahasan mengenai cinta ini sudah menarik perhatian saya sejak dulu, tapi entah kenapa mulai mencari tahu dan benar-benar penasaran itu baru akhir-akhir ini. Yaa biasalah, dikarenakan saya mendapat tambahan ilmu dari belajar Psikologi Perkembangan II. 

Sebelumnya, sebelum saya belajar Perkem II, saya sering mendengar perasaan sejenis suka, sayang, cinta, kasih, jatuh cinta, cinta monyet, dan kawan-kawannya yang lain. Semua jenis perasaan itu yang sering diucapkan oleh orang Indonesia. You know, in English, all of that is love, right? Ya palingan ada kata-kata like, love, dan falling in love gitu kan? Perbedaan di antara semuanya tak terlalu terlihat. Setidaknya tak terlalu dipahami oleh orang seperti saya ini. Yang selama (hampir) 20 tahun masih saja dibingungkan oleh jenis-jenis perasaan 'sejenis' cinta.

Kemudian...setelah 19 tahun mempertanyakannya, di semester lalu saya cukup mendapat pencerahan. Sekaligus bikin tambah bingung sih. Disini, di mata kuliah Psikologi Perkembangan II itu, ada salah satu materi mengenai 7 Types of Love. Saya tak begitu ingat penjelasan lengkapnya, jadi saya sedikit (atau mungkin banyak) meminta bantuan paman gugel dan kemudian saya pun menemukannya. 

Dari sumber yang saya dapatkan (disini), disebutkan ada 7 tipe dari cinta ini. Nah, kesemua tipe itu bisa dibentuk oleh 3 dimensi. Kira-kira 3 dimensi itu bisa diilustrasikan seperti gambar ini:


Pertama, intimation. Intimasi ini dapat berupa kedekatan, keterikatan, dan terbentuknya ikatan emosional yang kuat. Kedua, commitment. Komitmen ini bisa dikatakan juga sebagai keputusan kita untuk tetap mempertahankan suartu hubungan. Yang terakhir itu passion. Ini bisa disebut juga sebagai hasrat/gairah seksual kita kepada pasangan. Ya taulah ya maksud saya seperti apa. 

Nah, itu dia ketiga dimensinya. Masing-masing tipe dari cinta menurut Sternberg ini bisa dibentuk oleh satu, dua, atau kesemua dimensi tersebut. Berdasarkan tingkat 'ketinggian' dimensi (sejauh mana dimensi itu berperan dalam suatu hubungan) tersebut, disebutkan ada 7 jenis hubungan percintaan (love relationship).

1. Liking : tinggi hanya pada intimasi (biasanya ada pada hubungan persahabatan)
2. Romantic : tinggi pada intimasi dan gairah (mungkin yang sejenis pacara-pacaran anak muda jaman sekarang)
3. Companionate : tinggi pada intimasi dan komitmen (biasanya ada pada hubungan kita dengan keluarga)
4. Empty : tinggi hanya pada komitmen (semacam hubungan yang dilakukan karena alasan kekeluargaan, hidup terpisah tapi masih dalam satu atap)
5. Fatuous : tinggi pada gairah dan komitmen (biasanya terjadi pada pasangan yang dijodohkan)
6. Infatuated : tinggi hanya pada gairah (hmm... sejenis 'cinta pada pandangan pertama' mungkin?)
7. Consummate : tinggi pada ketiga dimensi (nah, ini dia tipe cinta yang paling diinginkan banyak orang)

Tipe-tipe cinta inilah yang saya dapatkan dari salah satu mata kuliah favorit saya di Psikologi. Sayangnya materi mengenai cinta ini hanya dijelaskan secara sekilas, jadi sebenarnya masih ada di beberapa bagian yang belum begitu saya pahami. Tapi setidaknya sudah mulai terbedakan lah jenis-jenis perasaan yang kita rasakan pada situasi dan kondisi yang berbeda-beda. 


Ketujuh tipe cinta itu mungkin bisa cukup dibedakan, tapi bagaimana dengan istilah yang tidak disebutkan pada ketujuh tipe cinta di atas? Bagaimana dengan perasaan dalam Bahasa Indonesia yang kita kenal dengan istilah sayang? kasih? dan cinta itu sendiri? Apa sebenarnya kesemuanya itu adalah perasaan cinta dengan penggunaan istilah yang berbeda-beda? Dan kenapa orang-orang masih membedakan 'aku suka dia', 'aku cinta dia', 'mungkin ini bukan cinta, tapi hanya perasaan sayang'? Sebenarnya perbedaan jelasnya berada dimana?

Mungkin kita juga dikenalkan dengan tiga jenis cinta pada pelajaran Agama. Cinta kepada Allah. Cinta Kepada sesama manusia. Cinta kepada diri sendiri. Kesemuanya menggunakan istilah 'cinta' kok. Tidak ada kata suka, sayang, atau kasih. Ataukah itu hanya berbeda dalam menerjemahkan kata bahasa Arab ke bahasa Indonesia?

Ya, makin lama saya jadi makin bingung sendiri. Mungkin saya butuh teman diskusi? Hmm? Ada yang mau berdiskusi dengan saya?


Senin, 05 Januari 2015

Sebuah Kisah

Kisah ini bermula di saat tokoh utamanya berada pada masa yang katanya masa pencarian jati diri. Masa dimana manusia ingin mencoba hal-hal yang baru demi menemukan jati diri yang sebenarnya. Masa dimana sang tokoh utama juga mencoba melakukan hal itu. Mencoba mencari 'dirinya' di dunia yang baru ia ketahui ada. Di saat ia haus akan afeksi dan inginkan intimasi. Dan ternyata, ia menemukan hal itu.

Awal perkenalan sang tokoh utama ini dengan seseorang yang akan disebut Shin ini bisa disebut langka, siapa menduga dari hal itu malahan akan membawa mereka menuju suatu keadaan yang mungkin saja mereka inginkan saat itu. Ya, saat itu saja. Setidaknya untuk Shin. Mereka mulai saling bercerita, dari hal yang umum sampai hal yang lebih privasi. Entahlah apa yang membuat pembicaraan mereka berjalan dengan sangat baik. Sangat baik sampai sang tokoh utama mulai terbawa akan suasana. 

Tidak pernah terpikirkan sebelumnya 'pertemuan' langka itu menjadi awal dari kedekatan mereka. Hanya menunggu waktu sampai mereka mulai terbiasa dan merasa nyaman. Ya, hanya lewat cerita tanpa tatap muka. Hanya lewat dunia maya, yang menurut sang tokoh utama terasa sangat nyata dan begitulah waktu berjalan. 

Seiring bertambahnya rasa nyaman bercerita, semuanya berlanjut kepada suatu pengakuan. Pengakuan yang saling berbalas. Maka berlanjutlah cerita ini sampai setahun lebih lamanya. Sekali lagi, hanya lewat cerita tanpa tatap muka. Mungkin sesekali lewat suara, selebihnya? Berupa tulisan yang hanya bisa dibaca. Tapi oleh sang tokoh utama diabadikan. Ia merasa ada waktunya ia akan kembali membaca semua tulisan dalam bentuk pesan itu. Sampai tiba saatnya ia mendapatkan tulisan dalam bentuk surat. Betapa senangnya sang tokoh utama saat itu. Atau bahkan mungkin sampai saat ini.

Banyak hal yang terjadi seiring berjalannya waktu. Rasa senang sekarang ditemani oleh rasa sakit. Rasa sakit yang mungkin memang disebabkan oleh sang tokoh utama itu sendiri. Rasa sakit yang disebabkan oleh perasaan yang mungkin tak seharusnya dimiliki oleh sang tokoh utama. Rasa sakit yang disebabkan oleh keputusan yang mungkin tak seharusnya dipilih oleh sang tokoh utama. Tapi bodohnya ia tak menyesali hal itu. Mungkin awalnya ia memang mengutuk-ngutuk Shin atas semua yang terjadi. Akan tetapi setelah ia berpikir kembali, itu bukanlah salah Shin, itu adalah salah dirinya sendiri. Dia yang tak mau menerima kenyataan yang jelas-jelas sudah diperlihatkan kepadanya. Dia yang bersitegas untuk tetap mempertahankan. Bukan bagaimana hal itu bisa bermula yang disesalkan oleh sang tokoh utama, melainkan bagaimana hal itu bisa berakhir. Berakhir dengan meninggalkan berbagai kebodohan dan keegoisannya. 


Saat ini bagaimana keadaan sang tokoh utama dan Shin? Mereka baik-baik saja. Hanya saja sekarang tak lagi saling bercerita. Tentunya semua telah berubah. Hari-hari yang dijalani sang tokoh utama mengalami perubahan yang cukup besar. Berikut dengan pemikirannya akan hubungan dan kapan seharusnya hal itu boleh dimulai. Mungkin ia dan Shin memang hanya bercerita tanpa tatap muka. Tapi mungkin itu tetaplah salah. Mungkin karena itulah hal itu berakhir. Tapi (lagi), kenapa sang tokoh utama merindukan saat-saat itu kembali? Hahahaha mungkin ia sudah lelah dengan semua ini. Bye. 

Jatinangor, 19 Desember 2014

Sabtu, 03 Januari 2015

Semuanya Berubah, dari Penggunaan Blog Hingga Penggunanya Sendiri

Tak disangka aku memang sudah jarang sekali menulis di blog belakangan ini. Jangankan menulis, membukanya saja tidak lagi. Ya, sejak aku bertemu dengan tumblr. Entah kenapa sekarang aku menjadi sangat menyukai menulis disana. Setidaknya dengan itu tulisanku benar-benar akan dibaca oleh orang lain. Tak hanya melulu aku saja yang lagi dan lagi membaca tulisanku sendiri. Aku ingin di dengar, melalui tulisanku.

Mungkin memang isi tulisanku terkadang dan memang kebanyakan hanya ungkapan apa yang aku pikirkan dan rasakan, tapi aku tetap ingin di dengar. Ah, dibaca. Hmm... Sekarang, saat aku kembali menulis di blog ini, aku tak begitu yakin apakah akan ada orang yang membacanya atau tidak. Tapi sudahlah, aku hanya mencoba mengerjakan list-list kegiatan yang akan aku lakukan di liburan ini dan salah satunya adalah kembali menulis di blog.

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Daftar entri yang aku tulis di 2014 hanya satu dan itupun baru-baru ini aku tulis. Sekarang sudah memasuki Januari baru di tahun penanggalan matahari. Entahlah apa yang akan terjadi pada blog ini selanjutnya, tapi aku akan berusaha kembali menghidupkan blog ini. Agar dapat dibaca banyak orang, mungkin aku sesekali akan share di medsosku yang lain. Atau mungkin akan aku hubungkan dengan tumblr-ku juga. Kalau bisa. 

Ada banyak hal yang terjadi di tahun penanggalan matahari yang baru lewat 3 hari yang lalu. Diawali dengan dimulainya semester keduaku belajar jauh dari orang tua sampai pada kepulanganku lepas semester ketigaku berkuliah di universitas impianku sejak kelas 1 SMA. Ya, tak terasa memang sudah selama itu. 365 hari sudah berlalu. 

Mungkin memang benar ucap beberapa orang bahwa untuk memulai hal yang baru tak perlu tunggu bergantinya penulisan tahun pada penanggalan. Tapi memulai hal yang baru bisa kapan saja. Tentu saja berarti bisa juga dimulai dengan pertukaran tahun ini. Tak masalah menurutku. Toh niat kita adalah perubahan. Bukan merayakan tahun baru dengan adanya perubahan. Hanya ingin berubah saja dan kebetulan baru terpikir saat pergantian tahun ini.

Tahun ini aku ingin berubah. Aku sangat ingin menjadi orang yang aktif, yang tak hanya diam dan menuliskan apa yang ada di pikirannya. Aku akan mencoba untuk mengutarakannya lewat kata-kata. Aku ingin mencoba memberitahukan pendapatku kepada orang lain melalui kata-kata langsung. Aku akan mencoba mengutarakannya secara lisan. Minimal aku akan mencoba setidaknya dalam seminggu orang-orang di kelasku akan mendengarkan suaraku saat perkuliahan. Bukan untuk berisik, tapi berisi. Berisi kata-kata yang berarti, bertanya kepada dosen atas ketidakpahamanku misalnya. Atau menjawab pertanyaan secara sukarela. 

Aku juga ingin lebih produktif tahun ini, semester depan. Tak hanya akan bermalas-malasan sepulang kuliah di kosan. Aku seringkali merasa terpukau akan artis Korea idolaku karena mereka selalu berusaha keras dan berlatih demi mencapai tujuan mereka. Tapi hanya sejauh itu. Aku seharusnya juga melakukan hal seperti mereka, bekerja keras. Idola ada bukan hanya untuk dilihat, tapi untuk diteladani sisi positif mereka. Setidaknya aku tak hanya akan mendapatkan penghiburan dengan melihat mereka, tapi juga ikut termotivasi untuk menjadi sukses seperti mereka. Ya, itulah yang benar.

Aku juga akan memperdalam pemahaman bahasa asingku, termasuk Bahasa Inggris tentunya. "Kalau kau memahami bahasa suatu kaum, maka kau akan terhindar dari tipu daya mereka." Itu adalah salah satu kalimat yang diucapkan oleh seorang Ustadz yang kudengar malam tadi. Benar. Kau ingin keluar negeri, mengunjungi negara orang, kalau tak bisa menguasai bahasa mereka, apa yang akan terjadi? Ditipu. Tak kan bertahan lama. 

Banyak hal lain yang ingin aku ubah dari diriku. Bukan karena aku tak nyaman dengan diriku yang sekarang, bukan karena aku tak menyayangi diriku. Tapi justru karena aku sayang dengan diriku maka aku ingin berubah. Berubah menuju yang lebih baik. Agar tak hanya aku yang menyayangi diriku, tetapi juga orang-orang akan melakukan hal yang sama. Aku juga berusaha memantaskan diriku dengan orang-orang hebat yang ada di sekitarku. Dan ya mungkin ada banyak alasan lain dibaliknya. Akan kusimpan untuk diriku sendiri dulu saat ini.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Kenyamanan

Perasaan yang aneh dan baru
Mungkin dianggap tidak normal tapi nyaman
Ini seperti tertular dan terpengaruh
Ingin selalu seperti ini
Kenyamanan ini serasa hangat
Perhatian yang ingin kudapat
Berikan padaku perhatian itu
Dari siapa pun
Maka aku akan memberikan semuanya
Selama itu masih dalam jalur

05102013

Selasa, 16 Juli 2013

Kau Bukan Satu-Satunya

Tetesan berkah itu pun turun
Seiring dengan kembalinya kenangan tempo dulu
Cerita yang inginnya terlupa
Tapi tak kunjung nyata adanya
Seperti menghitung tetesan langit
Begitu pun dengan kenangan itu
Sulit terupa

Ku telah mencoba meyakinkan hatiku
Kau tak terjangkau lagi olehku
Tapi seakan-akan terabaikan
Hati melawan logika
Yang menang?
Hati

Aku memang bukan orang yang suka logika
Tapi situasi ini memaksaku memohon
Seperti halnya petani mengharapkan hujan untuk sawah mereka
Aku berharap logika meyakinkanku bahwa kau bukan satu-satunya
Kenangan itu...
Akan kuganti dengan yang baru
Bersama 'teman hidupku'...

Hn.
Ichirth
30 Juni 2013

Selasa, 02 Juli 2013

Fly to The Sky - Missing You Lyric (Trans)

Ehm.. Lama ga nge-post entri, datang2 saya bawa lagu galau nih.. Doooh... Ini lagu cocok banget buat yang susah bgt move on macam saya... (eh, buka aib #DOR)

Sebenernya sih ini lagu lama sih yah tapi saya baru denger beberapa hari yg lalu. Ceritanya gini, saya kan fans EXO nih, trus beberapa hari yang lalu saya liat video EXO di Sukira trus D.O nyanyi'in sedikit part dari lagu ini. Ya ampuuun denger dikit gtu aja udah nancep bgt ni lagu. Nah, saya liat di komentar (saya nonton di yutub) katanya D.O ama Ryeowook udah pernah nyanyi'in full version pas SMTown di Seoul. Dengan segera saya carilah itu video di yutub dan ketemu! Demi apa walaupun saya ga tw arti liriknya tapi saya langsung merinding, nangis. Trus pas dicari-cari video lain yg lebih 'bagus' eh malah ketemu yg ada eng sub liriknya. Ya ampuuuun...ternyata liriknya beneran bikin galau... Nyindir saya bgt kayaknya... Please listen to my heart just once... Every day, every night... I'm missing you~


Intinya tuh ni lagu saya sukaaaa bgt lah... Mana didukung ama vokal D.O dan Ryeowook yg bikin meleleh itu, tambah nancep lah denger lagu yang satu ni... Even if you are not by my side... Even if I can’t see you now... In my heart, you are always the same...



Translation :
Even if I tell myself that right now, its not like before 
Even if you forget me completely, 
Even if I am just a person that just went by 
Tonight is just one night 
Just like before I lost you 

My heart wants to find you again 

Why is it lingering like this? 
I cant accept myself without you 
Tonight is just one night 
Just like before I lost you 

Please listen to my heart just once 

Everyday every night I am missing you 
Even if you are not by my side, 
Even if I can’t see you now, 
In my heart, you are always the same 

My heart that wants you again, 

Why is it lingering like this? 
I can’t actually realize that I don’t have you 
Tonight is just one night 
Just like before I lost you 

Please listen to my heart just once 

Everyday every night I am missing you 
Even if you are not by my side, 
Even if I can’t see you now, 
In my heart, you are always the same 

I don’t expect you to come back again 

My heart is always trapped inside of yours 

Please listen to my heart just once 

(To me who can’t see you) 
Everyday every night I am missing you 
Even if you are not by my side 
Even if I can’t see you now, 
My heart is always.. 
because I’m loving you and missing you 

Please listen to my heart just once 

Everyday every night I am missing you 
Even if you are not by my side, 
Even if I can’t see you now, 
In my heart, you are always the same 

To me, you are always the same

------------------------------------------------------------------


Silahkan bagi yang pengen denger versi D.O ama Ryeowook bisa liat disini. Tapi cuman audionya aja yah + lyric, ga ada video live-nya... ^^

Selasa, 04 Juni 2013

Farewel Party Cafladupa 2013 “Sitabuah nan ka Tingga”



Tak terduga tiga tahun sudah berlalu. Masa-masa SMA pun sebentar lagi akan berlalu, masa aktifnya pun sudah akan berakhir. Suka duka selama di SMA, masa-masa yang tak kan pernah terlupakan. Semuanya, mulai dari saat-saat mendaftar di SMA yang diinginkan, menunggu pengumuman penerimaan, melewati masa-masa MOS, mencari teman baru, pergaulan baru dan lingkungan yang baru. Semua itu sebentar lagi akan sampai di titik pemberentian akhir. Sungguh tak terduga. Rasanya baru beberapa waktu yang lalu merasa deg-deg-an karena takut tidak mempunyai teman di SMA. Rasanya juga baru beberapa waktu yang lalu merasa sangat senang karena dapat kembali merasakan saat-saat menjadi murid nomor satu di kelas, posisi yang tak pernah bisa kuraih selama di SMP dulu. 

Ada beberapa hal yang tak akan pernah kulupakan dari masa-masa SMA ini. Pertama tentunya adalah persahabatan. Berada di antara orang-orang terdekat, berbagi canda dan tawa, duka dan lara, saling mengerti dan memahami. Tertawa bersama-sama dan saling berbagi kesedihan. Sungguh ikatan yang kuat dan erat. Terima kasih sahabat-sahabatku.



Sri Astuti, si keras kepala yang tegas akan jalan pikirannya, anti dengan yang namanya ‘dianggap remeh’, selalu berambisi kuat dan sampai saat terakhir masih menyimpan hati kepada sang mantan, Yandra Prawinata. Tapi aku akui, karena sifat yang dia punya inilah aku merasa ‘terlengkapi’ dengan kehadirannya.

Lidya Mayang Sari, si pendiam yang awalnya pemalu tetapi seiring dengan berjalannya waktu berubah menjadi pribadi yang cukup narsis dan cerewet. Salah satu teman sesama pecinta Kpop. ‘Istrinya’ Minwoo “Boyfriend”. 

Hanaco Arga Messa, si plin plan. Hehe. Maaf cha. Tapi ya itu menurutku. Masih belum begitu tergugah untuk berhijab. Semoga suatu saat nanti disaat kita reunian, aku sudah melihatnya menutup rambut indahnya dengan jilbab yang tak kalah indah. Aamiiin. 

Gita Iloni Putri, si cerewet yang suka sekali bercerita. Kalau sudah membuka mulutnya untuk mulai berbicara, maka akan susah untuk menghentikannya, selalu saja ada bahan pembicaraan. Hehe. Tapi itulah Gita yang kukenal. 


Berlian Putri Sutrisno, si cantik yang hobi sekali ngedit-ngedit foto. Bubu-nya M.Fadli Rofinda nih, si jagoan basket Kampus Flamboyan. Aku akui dia memang terlihat anggun, tapi tak ada manusia yang sempurna. Tulisan Beber ini terkadang sulit untuk ‘diterjemahkan’. Hehe. Peace...


Uci Sri Wahyuni, si pencinta sajak dengan senyum ala pepsodennya. Terobsesi dengan kata-kata indah yang kaya makna. Mudah beganti-ganti mood dalam waktu singkat. Terkadang aku pun menjadi sulit untuk ‘mengikuti’nya. 

Rika Febrianti, si kutilang yang sudah 3 tahun bertahan dengan sang ‘sy’ bernama Tono. Karena alasan itulah kami memangilnya ‘bang Ton’. Semoga langgeng terus sama si sy-mu. Ditunggu undangannya. Tapi satu saran buat Rika, jangan terlalu lama bersemedi di depan cermin yah. Hehe.

Sri Armiliya F.N, si pendiam di luar tapi setelah ditelusuri ternyata juga mempunyai sifat ‘usil’ dengan kejadian tak terduga yang dilakukannya. Teman seper-tinggi-an denganku. Hehe. Soalnya kalau sudah pergi bersama-sama dengan teman-teman lainnya, kami yang terlihat paling pendek. Ckckck...

Widya Ananda Putri, si kurang pedulian dengan lingkungan sekitar yang suka perhitungan kalo soal hutang pulsa. Ya, meskipun ia mempunyai alasan tersendiri, tapi seharusnya kalau sesama teman itu harus saling mempercayai dong, kami pasti bayar pulsanya kok, Widya.



Selain hubungan persahabatan, di masa-masa terindah ‘kata orang’ ini ada juga yang dikenal dengan ‘cinta monyet’. Aku hasa hampir setiap orang merasakan perasaan yang satu ini. Dijodoh-jodohkan oleh teman-teman sekelas entah karena dasar apa. Perasaan yang dulunya tak ada, perlahan-lahan mulai tumbuh dan bersemi. Dalam hal ini, Mr.1412 adalah cowok yang ‘dipasangkan’ denganku secara sepihak oleh teman-teman sekelas. Kalau masalah asal muasal Mr.1412 ini sudah pernah kutulis dalam sebuah tulisan tersendiri disini. Ehm. Di saat Farewel Party Day-2 ini, aku mempunyai beberapa kejadian bersama dengannya.

Nah, di SMA 2 Payakumbuh atau yang terkenal dengan nama Cafladupa atau Kampus Flamboyan ini ada sebuah ‘kebiasaan’ glamour yang dilakukan oleh murid-murid kelas XII yang akan meninggalkan lingkungan kampus. Kebiasaan itu adalah memakai ‘pakaian kelas’ yang telah disepakati bersama dan kemudian memakai pakaian itu saat berjalan di karpet merah sambil menggandeng ‘pasangan’ masing-masing. Dalam hal ini, kembali aku ‘dipasangkan’ dengan Mr.1412. Yaa, aku ga mau jadi orang munafik, jadi jujur saja aku sangat senang sekali saat Icha (Annisa Mardhatillah) menyeretku untuk berdiri di sebelah doi. Singkat cerita (kalo belum baca tulisanku mengenai doi), Mr.1412 ini menjadi salah satu nominasi murid ter-religius di Cafla Award. Tentunya tidak mungkin kami akan gandengan seperti ‘pasangan’ lainnya. Eits, tapi tunggu dulu. Ini bukan hanya karena Mr.1412 yang religius, tapi aku juga tak suka dengan hal-hal seperti ini. Ga muhrim kan. Untung saja aku dipasangkan dengan cowok yang ‘sejalan’ denganku, anti kontak fisik dengan lawan jenis. Dengan bijaknya doi berkata begini, “Chi, wak biaso-biaso seh lah yo.” Maksudnya kami tu jalan biasa saja, ga usah pakai gandengan tangan segala. “Yo mat, tanang seh lah,” balasku. Aku setuju dengan ucapannya. Dan akhirnya kami jalan berdampingan dengan jarak yang terjaga. Beberapa percakapan kami lainnya saat berdiri berdampingan.

“Ndeeh, lai lah di muko Fadli tagak yo,”
“Fadli?”
“Yo Chi, nyo yang ka marekam wak,”
“Ha, mantap tu mat,”
-----
“Mat, jan capek-capek bana jalan yo,”
“Baa tu eh?”
“Takuik tajatuah ichi,”
“Tinggi bana sepatu Chi?”
“Iyo, sepatu ama Ichi yang Ichi pakai,”
-----

Haha. Hanya itu saja yang teringat olehku. Selebihnya kami hanya berjalan dalam diam di atas karpet merah sambil aku sesekali saltingan karena perasaan senang campur gerogi. Yaa, aku berharap semoga sikap ‘beda’ku itu tak terbaca oleh orang yang melihat kami. Semoga aku tidak melakuakn hal yang memalukan. Aaamiiiin... Oia, satu lagi ‘kenangan’ cinta monyet SMA-ku. Aku berfoto berdua dengan Mr.1412.... Yeeeeeeeyyyyyy!! Bahagianya duniaaaaa... 


Ichi.rth ^^

Selasa, 28 Mei 2013

Kekecewaan Seorang Sahabat

Lagi-lagi kau menilaiku sebelah mata. Seakan-akan kita baru saja mengenal, seakan-akan kita adalah asing satu sama lain. Apa waktu tiga tahun itu sangat singkat untuk saling memahami? Untuk saling mengerti? Atau apa selama ini hanya akulah yang merasakan kita sudah saling mengenal padahal kau tidak merasakannya sama sekali? Begitu kah?

Kukira kita sudah saling mempercayai tapi ternyata tidak. Apa kau tahu bagaimana rasanya jika kita tidak dipercaya oleh orang yang kita percayai? Apakah seperti itu jenis 'ikatan' kita? Yang hanya bersama disaat-saat tertentu? Jika tidak, seolah-olah tidak saling mengenal? Apakah kau memandangku sebagai sosok yang seperti itu? Aku kecewa, ini sungguh menyakitkan.

Bukan hanya sekali kau bersikap seperti ini tapi sudah berkali-kali. Kau tidak percaya padaku. Apakah itu yang dinamakan sahabat? Bahkan kau menyebutku keluaga. Apa kau tidak tahu seberapa senangnya aku disaat mendengar hal itu? Dan apakah kau tahu seberapa sakitnya aku sekarang ini? Kurasa tidak. Kau bahkan menganggapku tak ada.

Kukira kita sudah saling memahami satu sama lain. Apakah kau tidak bisa sedikit saja memahami perasaanku? Kau kira aku bisa tertawa disaat temanku bersedih? Kau pikir aku adalah orang yang seperti itu? Kalau benar, berarti ternyata selama ini kau tak pernah mengerti aku. Dan ternyata aku pun juga telah salah menilaimu.

Kuharap kau akan segera mengerti. Karena bagiku, 'ikatan' denganmu itu sangatlah berarti.


Rabu, 24 April 2013

Shin & Ichi (Tentang Kita)


Hai, dunia. Perkenalkan aku Suci Husnia Sadri, ah bukan, aku... Ichi Ryuu Uchiha. Ichi Ryuu Uchiha yang akan selalu mencintai Shin Ryuu Uchiha. Ya, hanya Shin Ryuu Uchiha, bukan Kyoushin Shirotenza apalagi Ristiawan Hidayat. Sepertinya Ichi Ryuu Uchiha sajalah yang akan abadi. Ya, akan abadi. Tempat dimana seorang Suci Husnia Sadri hanya akan mencintai satu orang saja. Orang yang ‘hanya’ mendapat juara 1 di kelasnya, orang yang mau mengubah status hubungannya dengan seorang teman demi untuk menolong teman itu ‘memberikan pelajaran’ untuk seseorang. Orang yang awalnya memperkenalkan diri sebagai Riztian Tandika Hidayat, RTH-ku yang akan selalu abadi di setiap *** akun situs sosialku. Orang yang telah mengisi hari-hariku sampai beberapa bulan yang lalu. Orang yang sukses memenuhi hatiku sampai...sampai saat aku menulis tulisan ini. Bahkan mungkin selamanya. Ya, selama nama Ichi Ryuu Uchiha pemberian orang itu ada. Dan aku tak berniat untuk menghilangkan nama itu. Orang mengenalku dengan nama itu, dan selama itu pula orang akan mengenalku sebagai seorang  pengagum Shin Ryuu Uchiha, ah bukan...tetapi pengagum Ristiawan Hidayat. Aa yang paling kusayangi. 


Aku Ichi dan orang itu adalah Shin-ku. Dan jika nama kami disatukan akan menjadi ShinIchi. Orang itu mengatakan kalau Shin bisa diartikan hati dan Ichi, aku tahu itu artinya satu. Itu berarti ‘satu hati’. Haha... Kedengarannya indah bukan? Tapi itu hanya sekedar nama dan mungkin akan selamanya begitu. Dulu...mungkin dia pun menyukai hal itu. Ya, mungkin, karena aku tidak bisa memastikannya. Karena nyatanya saat itu hatinya tidak hanya satu untukku, tapi ia bagi untuk orang lain. Bahkan mungkin hati untukku perlahan dilepas untuk diberikan sepenuhnya untuk orang lain, orang yang ternyata sudah terlebih dahulu mengisi hati Shin-ku, RTH-ku. Aku tidak bisa menyalahkan orang itu bahkan keadaan yang terjadi bukanlah penyebab dari semua ini. Hal satu-satunya yang bisa menjadi penyebab semua ini adalah takdir. Takdirlah yang membuat RTH-ku menyukai orang itu. Takdirlah yang membuatku datang lebih lama ke dalam hidup RTH-ku. Dan takdir pulalah yang akhirnya membuat hubungan kami berhenti, hubungan yang selama lebih dari satu tahun aku perjuangkan. 

 

Aku Ichi dan kenanganku bersamanya. Hubungan yang hampir 2 tahun kami jalani. Ya, setidaknya aku sudah melewati satu hari lahirku bersamanya. Hari dimana aku  dilahirkan ke dunia ini dan telah ditentukan jodohku oleh Yang Maha Kuasa. Aku tidak berani mengatakan kalau orang itu adalah jodohku. Karena mungkin nyatanya begitu. Tapi setidaknya aku berusaha menjadikannya seperti itu...selama hampir 2 tahun lamanya. Sayangnya mungkin semua itu hanyalah perbuatan yang sia-sia saja. April 2010, kami saling mengenal tanpa sengaja. Rasa penasaran menuntunku untuk menyapa orang itu dan 20 Mei 2010, dia menyatakan perasaannya padaku. Entahlah. Mungkin saja perasaannya saat itu nyata adanya dan mungkin saja tidak. Kalau pun memang perasaan itu nyata, tidak untuk selamanya. Agustus 2010, pada akhirnya RTH-ku menjalin hubungan lain dibelakangku dengan seseorang yang sudah terlebih dahulu mengisi hatinya, sebut saja orang itu K. 
 

Hubungan mereka terbongkar November 2010. Aku menghabiskan 23 halaman diary hanya untuk meluapkan perasaanku saat itu. Bohong jika aku tidak menyelipkan kata-kata kasar hampir di setiap halaman. Tapi kalian tahu, setelah umpatan-umpatan yang aku torehkan disana, di bagian akhir diary itu aku menyelipkan do’a. Do’a agar hubungan kami memang lanjut dengan adanya kejujuran dan kepercayaan. Haha. Saat ini aku hanya bisa menertawakan kalimat harapan itu. Karena lagi-lagi pada kenyataannya semua yang terjadi tidaklah seperti yang aku harapkan. Setelah lama aku mempertahankan hubungan itu, pada akhirnya hubungan itu berakhir tepat tanggal 2 Oktober 2011. Dan tak beberapa lama setelah itu, mereka kembali menjalin hubungan. Kali ini bukan lagi hubungan gelap, tapi terang, sangatlah terang menyilaukan sampai-sampai aku tak bisa melihat jalan yang ada di depanku. Lalu singkat cerita, setelah beberapa bulan, hubungan mereka pun berakhir. Meskipun aku sudah memutuskan untuk tidak lagi menjalin hubungan yang seperti itu, tapi tetap saja keinginan itu muncul dari hati terdalamku, keinginan untuk kembali bersamanya. Sayangnya semua itu sia-sia dan kembali aku harus mengubur dalam-dalam harapanku. Kalian tahu kenapa? Karena ternyata dia sudah menemukan orang itu. Orang yang bisa dilihatnya setiap hari. Orang yang bisa ia genggam tangannya. Orang yang bisa ada disampingnya disaat ia sakit. Orang yang bisa menemaninya langsung disaat ia menginginkannya. 

 

Dia telah menemukan orang yang jauh berbeda denganku. Aku tidak bisa memberikan semua yang orang itu bisa berikan padanya. Aku memang tidak bisa bertemu langsung dengannya, ya setidaknya belum. Tapi meskipun begitu, aku memliki satu hal yang bisa aku janjikan berbeda dari orang lain. Aku memiliki cinta yang begitu besar terhadapnya, melebihi orang lain, melebihi K maupun orang itu. Buktinya? Cukup jelas. Bahkan setelah dia ‘mengabaikan’ku, aku masih saja melihatnya. Setelah dia melanggar semua janji yang telah ia ucapkan sendiri padaku, aku masih saja memiliki perasaan ini terhadapnya. I still love him, always. Sampai saat ini, menit ini, detik ini. Saranghae yo yongwohni. Aa-koi wa daisuki desu, zutto...


Ichi.rth
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...